Saturday , 27 February 2021
Home / Finansial / Antara PPKM, insentif, dan kepastian usaha

Antara PPKM, insentif, dan kepastian usaha

Kepastian kebijakan dari pemerintah menjadi penting bagi kalangan pelaku usaha untuk mengambil strategi selanjutnyaJakarta (ANTARA) – Pemerintah yang kembali mengeluarkan kebijakan yang membatasi interaksi fisik atau saat ini dikenal dengan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat pelaku usaha kembali dibayangi kekhawatiran.

Euforia pelaku usaha untuk menggenjot kembali bisnisnya pada awal tahun seiring dengan adanya rencana vaksinasi COVID-19 menjadi pupus.

Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM untuk Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021, menuntut pengusaha, terutama di Jawa-Bali untuk kembali mengambil strategi bertahan dengan melakukan efisiensi di berbagai lini agar tidak gulung tikar.

Kebijakan PPKM tentu akan membuat tergerusnya pendapatan usaha, mengingat kegiatan ekonomi di Indonesia belum terbiasa dengan minim kontak fisik, terutama sektor UMKM yang belum terbiasa dengan dunia digital.

Seperti kita tahu, pelaku UMKM lebih membutuhkan interaksi fisik untuk menjaga keberlangsungan usahanya. PPKM membuat mobilitas masyarakat turun signifikan.

Penerapan PPKM selama dua pekan itu memang bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Semua tentu sepakat, kerja keras mengatasi pandemi COVID-19 harus terus dilakukan. Namun pada saat yang sama, tentu harus dipikirkan juga upaya bagaimana pelaku usaha, terutama UMKM dapat bertahan di tengah kebijakan PPKM itu.

Tak sulit membayangkan apa yang bakal terjadi jika pembatasan interaksi sosial berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Apalagi PPKM tidak dibarengi dengan stimulus kepada pengusaha. Maka, kebangkrutan PHK hingga kredit macet terbuka peluang bakal terjadi.

 

Berita Finansial | Sumber : Antara PPKM, insentif, dan kepastian usaha

Check Also

Wapres buka Rakernas Bank Syariah Indonesia, ini pesannya

Wapres buka Rakernas Bank Syariah Indonesia, ini pesannya

Berkembangnya kelas menengah dan generasi milenial muslim, yang makin sadar akan kebutuhan untuk melakukan kegiatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *